Sudah Tengah Tahun, Penerimaan Perpajakan Belum Capai 50%. Penerimaan perpajakan hingga Juli mencapai Rp 810,7 triliun atau tumbuh dari 3,9%. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan hingga akhir Juli 2019 penerimaan negara dari perpajakan masih di bawah 50%. Penerimaan perpajakan tercatat 4O,3%.
Penerimaan pajak dan perpajakan masih di bawah 50% pertengahan tahun ini," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Senin (28/8/2019).Itu dengan kondisi ekonomi bergejolak kita harus waspadai, pertumbuhan ini lebih rendah dari tahun lalu 16,5%. namun kalau kita lihat breakdown penerimaan perpajakan tumbuh 3,9% lebih rendah dari tahun lalu 14,6%" katanya. Sri Mulyani mengatakan rendahnya penerimaan pajak tersebut karena adanya gejolak ekonomi global yang terjadi pada sekarang ini, sulitnya permasalahan ekonomi baik itu secara pedagang maupun perkebunan pada masyrakat saat ini. Penerimaan cermin kondisi ekonomi, yaitu sektor rill harga komoditas semua terefleksi dalam pendapatan pajak bea cukai PNBP, ekonomi tekanan dari gejolak global ekspor negatif harga komoditas menurun," tutupnya.
Sementara untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga Juli 2019 tercatat mencapai Rp 241,3 triliun atau 63,8% dari target. Penerimaan ini tumbuh 14,3% dari periode sebelumnya.Kementerian Keuangan meresmikan modul penerimaan negara generasi ketiga (MPN G3) yang berfungsi mempermudah penyetoran penerimaan negara hingga pembayaran pajak.Ini adalah salah satu sistem yang dibangun Kemenkeu dalam rangka mengelola penerimaan negara secara jauh lebih akurat, tepat waktu, dan juga dalam rangka memberikan layanan lebih baik kepada seluruh masyarakat dalam menjalankan kewajiban membayar pajak dan kewajiban lainnya," kata Sri Mulyani di gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (28/8/2019). Sumber berita : jambi.tribunnews.com.
Reporter : Fitriyah
Mahasiswi PPL STAI AN-NADWAH Kuala Tungkal
Program : Kabar Sore
On Air : Rabu, 4 Septermber 2019 Pukul : 17.00 WIB
Penyiar :Krisniyanti