Home » » BIOGRAFI RANI HIDAYATI

BIOGRAFI RANI HIDAYATI


Nama saya adalah Rani Hidayati biasanya orang memanggil saya Rani, Ran, Rein, Nong,  dsb. Saya lahir di Kuala Tungkal, 25 January 1999. Saya adalah anak pertama dari 4 saudara. Ayah saya bernama Rahkmat dan ibu saya bernama Sri Wahyuni.  Ayah saya bekerja sebagai seorang buruh dan ibu saya seorang rumah tangga. Saya juga mempunyai 2 saudara perempuan dan 1 laki-laki. Adik saya pertama bernama Tiara Zulyanti yang masih belajar di SMA N 1 Kuala Tungkal kelas 12, adik kedua saya bernama Raya Putri Sabilla yang masih belajar di SMP N 3 Kuala Tungkal kelas 9 dan adik ketiga saya yang ganteng yang belum bersekolah yang bernama M Arif Ar-Rahman. Keluarga kami tinggal di Jalan Parit 5 (arah ke Tpi/Pelabuhan Roro) Kabupaten Tanjung Jabung Barat. 

Saat ini saya tinggal bersama bude dan babe  di Jalan Sriwijaya Gang 45, mereka adalah saudara dari Bapak saya (kakak Bapak saya). Babe saya bernama Suryadi yang bekerja sebagai guru Bimbingan Konseling di desa Sungai Rambai. Sedangkan bude saya pengusaha penjual lauk masak.  

Saya terlahir dari Keluarga sederhana  ayah saya seorang buruh tukang yang hanya bekerja ketika dipanggil orang dan ibu saya penyetrika baju seputaran keluarga saya. Saya sangat bangga kepada kedua orang tua saya yang berjuang untuk anak-anaknya ya walapun saya tinggal bersama babe bude.
Saya mempunyai banyak kegemaran yang beragam. Antara lain,  membaca, menulis, mendengarkan musik, Menyanyi, tidur, makan dan di bidang olahraga menyukai Futsal dan volleyball. Dari berbagai hobi tersebut ialah menggemari futsal. Sejak kecil saya suka bermain di halaman masjid Al-Azhar. Saat itu saya sering menjadi kipper, back dan striker.  

Pada tahun 2003, saya mulai memasuki jenjang pendidikan Pada usia 5 tahun, yaitu Taman Kanak-kanak "Asy-Syuhada" yang berada di Jalan Sriwijaya Lorong Kombat. 1 tahun aku belajar dan waktu awal sekolah saya hanya berjalan kaki ke sekolah dengan botol air minum dan tempat makan " berwarna pink dimulai dari seragam, tas, sepatu dan tempat bekal ". Kemudian saya melanjutkan sekolah dasar di SD N 5 Kuala Tungkal aku banyak mendapatkan teman sampai-sampai kelas 6 saya diperebutkan yang a menyuruh saya dengan dia dan b juga. Akhirnya berkelahi dengan tidak saling menegur sapa. 

Kemudian setelah lulus saya masuk kesekolah yang jauh dari rumah yakni SMP N 3 Kuala Tungkal tahun 2010. Saat saya kelas 8 saya masuk kedalam yang didalamnya mendapat ranking 1 samapai 5 saya sangat takut sekali saat itu. Hingga kelas  saya ikut club menterjemah bahasa inggris ke Indonesia selama 6 bulan, disitu saya mulai aktif belajar bahasa inggris dengan cara cepat menggunakan kamu, hapal kosa kata merangkai dalam bahasa inggri dsb. Saat itu juga saya mengikuti eskul bernyanyi daerah dan nasional. Hingga adanya lomba antar sekolah padahal saya sudah untuk mewakilkan sekolah ternyata tidak boleh kelas 9 mengikutinya.  

Setelah lulus saya melanjutkan sekolah di SMA N 1 Kuala Tungkal yang dekat dari rumah 5 menit sampai.  Saat itu saya masuk Jurusan IPA, kenangan saya banyak di ruang Perpustakaan dimana The geng 4 orang mendapat hadiah karena rajin keperpustakaan dan kami dibully. Sebabnya kami selalu ber-4 dari mulai duduk,  kekantin,  kewc, dan kemana pun berempat, hingga pengumuman lulus yang hanya makan-makan doang berbeda dengan lainnya jalan-jalan dengan mencoret pakaian. 

Saat saya tamat di tahun 2016 saya langsung mendapatkan SNMPTN(bidik misi) di Universitas Jambi, sayangnya tidak ada yang membolehkan saya untuk sekolah disana. Saya sempat syedih galau hingga bengong. Setelah dipikir pikir ada baiknya kuliah di Tungkal saja yang dekat dari rumah. Saya binging ingin mengambil jurusan apa sebab basic tada. Dan akhirmya saya mengambil jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di STAI An-Nadwah. 

Setelah disukai sisukai dicintai diikuti ternyata asyik santai dan bisa pasrah. Yang mana yang dipelajari adalah berdakwah  siaran dan berbicara. Saya tambah bingung bahkan malu untuk seperti itu apa saya salah mengambil jurusan. Prinsip saya orang bisa pasta saya bisa juga dengan berlatih berbicara sendiri di Kamar mandi, di depan cermin, saat mengendara motor. 

Saya sangat jarang untuk bersosialisasi di masyarakat dan di kampus saya hanyalah duduk,  mengerti,  banyak tanya sudah itu pulang. Bahkan ikut organisasi satupun tidak dikarenakan schedule padat. Dimulai dari subuh membantu bude berjualan hingga siang saya pergi kuliah. Sore pulang dari kampus ya langsung kepasar bersama bude membeli sayuran dan ikan dan disitulah jalan jalan sore. Karena saya diberi yang saku oleh bude saya setidaknya cukup dan di tabung membeli barang saya inginkan hidupku tidak tahan dengan makanan dan sepatu harus beli gituu.

Dan saya masih kuliah di STAI An-Nadwah yang sedang mengerjakan tugas akhir yang mana berpikiran positif membuat hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Sebab banyak rintangan yang saya jalani,   Insyaallah saya bisa  bermanfaat untuk diri  saya sendiri dan orang banyak. Aminn!
icons8_facebook_48 Comments
icon_logo32 0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon Tinggalkan Komentar Sebelum Pergi


KIN RADIO 90,70 FM