Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahirobbil'alamin,
alhamdulillahilladzi akhrojannasa minazzulumati ilannuur
Wassolatuwassalamu'ala
sayyidina muhammadinissa 'iki ilannajataminal juuri,
Wa'ala'aalihi wasohbihi ajma'in ammaba'ad.
Segala puji bagi Allah yang maha pengasih yang
mana kasihnya Allah tak pilih kasih.
Segala
puji bagi Allah yang maha penyayang yang mana sayangny Allah tak pandang
sayang.
Segala
puji bagi Allah yang maha bijaksana yang mana sayangnya Allah tak pandang
tempat maupun suasana.
Sehingga
alhmdulillah sampai pada hari ini kita semua masih diberi nikmat sehat
wal'afiat sehingga kita semua masih mampu untuk menjalankan aktifitas yg sebagaimana
biasanya.
Sholawat
berangkaikn salam tak jemu jemunya kita sanjungkan kepada pelita dunia nabi akhir
zaman dan sekaligus penutup para nabi beliau adalah Baginda nabi besar MUHAMMAD
SAW, beliaulah yang sanggup merobek robek bendera jahiliyah dan menggantikannya
dengan bendera islamiah yang berlambangkan la'ilaahaillalah.
Pendengar
sahabat kin yangg dirahmati Allah
Baiklah
pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan ceramah agama tentang akhlak
seorang muslim.
Dalam
kehidupan sehari-hari akhlakul karimah dapat digunakan sebagai tolok ukur dalam
menentukan kehormatan seseorang. Mari coba kita fikirkan dan renungkan sejenak!
Apabila tetangga dekat kita ada yang memiliki tabiat suka mabuk-mabukan,
berjudi, serta perilaku yang meresahkan masyarakat lainnya. Tentunya orang tersebut
akan mendapatkan sanksi sosial di mata masyarakat bukan? Tidak hanya itu, bisa
jadi banyak orang yang mengejeknya bahkan tidak ada yang mau peduli lagi.
Contoh tersebut memberikan kita pelajaran bahwa jika ingin dihargai seseorang
maka kita harus menghargai diri sendiri dan menjaga akhlak kita.
Ternyata
tidak hanya di dunia saja ada hukuman bagi yang melakukan perbuatan yang
melanggar norma atau aturan yang ada, di akherat pun juga akan ada balasannya.
Berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan kepada Abu Daud yang
berbunyi bahwa “tidak ada yang lebih berat di timbangan amal daripada budi
pekerti yang terpuji”. Dari sini kita dapat mengetahui bahwa bukan dalam
pergaulan atau di masyarakat saja, kepada orang tua pun kita harus berakhlak yang
baik. Mari mulai sekarang kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah
dengan menjaga akhlakul karimah kepada semua orang.
Pendengar
sahabat kin yang dirahmati ALLAH.
Akhlak
yang baik bersumber dari hati yang baik. Hati yang bersih akan memancarkan akhlak
yang mulia. Seperti teko, ia hanya mengeluarkan isi teko. Jika di dalamnya kopi
maka akan keluar kopi, jika di dalamnya susu, maka akan keluar susu, jika di
dalamnya air comberan maka itulah yang ia keluarkan.
Jadi
kalau kita ingin punya akhlak yang baik, maka harus berjuang agar memiliki hati
yang baik. Bagaimana agar memiliki hati yang baik, kuncinya adalah belajar dan
bersungguh-sungguh. Ilmu akan sia-sia jika tidak dipraktikkan, ilmu akan
percuma jika tidak diamalkan. Namun, amal juga akan menguap begitu saja jika
tidak diiringi dengan keistiqomahan atau konsistensi.
Akhlak
mulia merupakan sebuah kunci untuk terwujudnya kehidupan yang damai dan
tentram. Dalam sejarah kehidupan, telah dibuktikan seorang pemimpin yang
memiliki akhlakul karimah dapat mewujudkan masyarakat yang damai dan sejahtera.
Seorang pemimpin yang bobrok akhlaknya, dapat dipastikan bahwa dalam
kepemimpinannya, ia akan menerapkan cara-cara yang dapat menimbulkan keributan
serta kegaduhan di tengah-tengah masyarakat. Hal ini tentunya dapat digunakan
sebagai pelajaran bahwa akhlak merupakan suatu hal yang teramat penting untuk
dipergunakan sebagai pondasi dalam segala aspek.
Pendengar
sahabat kin yang dirahmati ALLAH.
Menjaga
moral dan akhlak yang baik merupakan sebuah tiang untuk mempertahankan
kekokohan jiwa kita. Kembangkan moral, semangat, dan tekatkan untuk terus
melangkah menggenggam impian. Gapailah kesuksesan untuk orang-orang
disekeliling kita yang begitu menaruh harap besar terhadap diri kita
masing-masing! Wujudkan segala apa yang kita inginkan dengan segala apa yang
kita miliki salah satunya dengan akhlakul karimah sebagaimana yang telah
dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW.
Demikian
yang dapat saya sampaikan apabila terdapat kesalahan maupun kekhilafan saya
mohon maaf yg sebesar besarnya,
Tiada
gading yang tak retak tiada lautan yang tak berombak , tiada bumi yg tak tergluyur
hujan saya disini pasti masih banyak kekeliruan , karena itulah anugrah yg diberikan
,
Saya
akhiri dengan ucapan jazakumullahu ahsanaljaza jaza'ankastiro,,,,,wabillahitaufiq
walhidayah wassalamu'alaikum wr.wb.
Mahasiswa PPL STAI AN-NADWAH Kuala Tungkal
Program : Kuliah Sore
On Air : Rabu, 11 Septermber 2019 Pukul : 17.30 WIB