SK Presiden: No.218/1959
Lahir :Sungai Puar,Bukittinggi,3 Juli 1883
Wafat :Bandung, 17 Juni 1959
Makam :Bandung

Ia juga mendirikan Komite Bumiputera bersama tokoh-tokoh pergeragan nasional lainnya sebagai bentuk perlawanan terhadap rencana Pemerintahan Belanda.
Sebelum terjun menekuni dunia kewartawanan, Abdul Muis sempat menjadi pegawai negri. pekerjaan itu hanya dijalani beberapa saat beberapa setelah memutuskan untuk tidak meneruskan sekolah di STOVIA (sekolah dokter). Namanya mulai dikenal ketika karangannya yang banyak dimuat di harian de Express selalu mengcam tulisan orang-orang Belanda yang sangat menghina bangsa Indonesia.
Abdul muis bergabung sarekat Islam. Perlawanananya tidak hanya ditujukan kepada pemerintahan kolonial belanda, tetepi juga terhadap ajaran-ajaran yang yang tidak di setujuinya pada tahun 1913, bersama tokoh-tokoh pergerakan nasional lainya seperti Ki Hajar Dewantara, is mendirikan komite Bumiputera.
Ia juga berusaha mempengaruhi tokoh-tokoh bangsa Belanda agar mendirikan sekolah teknik indonesia. Usahanya tersebut membuahkan hasil beberapa tahun kemudian. Belanda mendirikan Technische Hooge school di Bandung yang kemudian menjadi institut Teknologi Bandung (ITB) sekarang.
Abdul Muis terkenal sebagai orang yang selalu membela kepentingan rakyat kecil. Ia sering berkunjung ke daerah-daerah untuk membela rakyat kecil sambil membangkitkan semangat para pemuda agar semakin giat berjuang untuk kemerdekaan bangsa dan tanah air Indonesia.
Disamping terkenal sebagai pejuang kemerdekaan, ia juga terkenal sebagai seseorang sastrawan indonesia. Karya sastra yang berjudul "Salah Asuhan" yang sangat terkenal itu merupakan salah satu dari karyanya.